Cerita Irsyad Akmal: Lulusan Teknologi Informasi yang Sukses Switch Career ke Digital Marketing

Irsyad Akmal Alumni Digital Marketing #19 Tempat Belajar

Setiap orang punya jalan berbeda dalam menemukan karier impiannya. Ada yang lurus sesuai jurusan kuliah, ada juga yang harus berputar jauh sebelum akhirnya menemukan passion baru. Begitu pula dengan Irsyad Akmal, seorang lulusan Teknologi Informasi yang justru menemukan semangat barunya di dunia Digital Marketing.

Perjalanan Irsyad tidak selalu mulus. Ia sempat menganggur hampir setahun, mencoba berbagai pelatihan, hingga akhirnya menemukan arah yang lebih jelas lewat sebuah bootcamp. Dari situ, perlahan tapi pasti, Irsyad berhasil mengubah rasa ragu menjadi langkah pasti menuju karier baru.

Kisah inilah yang menunjukkan bahwa perubahan karier bukanlah hal mustahil, selama ada tekad untuk belajar dan kesempatan yang tepat.

Awal Cerita: Dari Teknologi Informasi ke Dunia Digital

Tidak semua perjalanan karier berjalan lurus sesuai jurusan kuliah. Irsyad Akmal salah satu contohnya. Lulusan Politeknik STMI Jakarta jurusan Sistem Informasi ini sempat belajar gabungan IT dan otomotif, mulai dari coding, desain AutoCAD, hingga dasar mesin motor dan mobil.

Namun, sejak awal Irsyad sebenarnya lebih tertarik ke dunia IT dan teknologi. Setelah lulus pada Desember 2023, ia sempat menganggur hampir setahun. Meski ikut pelatihan gratis, ia merasa perkembangannya terbatas karena kurang mentoring.

“Nganggur hampir setahun itu bikin insecure. Tapi saya sadar harus upgrade skill biar bisa masuk ke dunia kerja,” cerita Irsyad.

Menemukan Passion Baru lewat Komunitas

Kesempatan datang saat seorang teman mengajaknya bergabung dengan komunitas Satu Persen. Karena punya kemampuan desain, Irsyad akhirnya diarahkan menjadi tim sosial media. Dari sinilah minatnya pada digital marketing mulai tumbuh.

Selain ingin menguasai skill baru, Irsyad punya motivasi jangka panjang. Ia ingin suatu saat membangun bisnis sendiri, dan digital marketing adalah bekal penting menuju ke sana.

Kenapa Tempat Belajar?

Saat mencari program untuk memperdalam keterampilan, Irsyad tidak asal memilih. Ia melakukan riset terhadap beberapa bootcamp digital marketing yang ada di pasaran. Dari segi biaya, fasilitas, hingga kurikulum, semuanya ia pelajari dengan cermat.

Hasil riset itu membuatnya mantap memilih Bootcamp Digital Marketing Tempat Belajar dengan alasan:

  1. Ada internship placement, jadi bukan sekadar belajar teori.
  2. Kurikulumnya sesuai dengan kebutuhan Irsyad. Mulai dari SEO, Google Ads, Meta Ads, hingga TikTok Ads.

“Saya pilih Tempat Belajar karena lebih realistis. Bukan cuma dapat materi, tapi juga bisa praktik langsung lewat internship,” jelas Irsyad.

Pengalaman Belajar: Dari SEO hingga Jatuh Cinta pada Digital Ads

Di awal bootcamp, Irsyad tertarik pada SEO. Namun seiring berjalannya waktu, ia justru semakin menikmati materi digital advertising, seperti Google Ads, Meta Ads, dan TikTok Ads.

Salah satu tantangan terberatnya adalah membagi waktu antara bekerja full-time dan mengikuti bootcamp di malam hari. Meski sempat merasa lelah, Irsyad tetap bertahan karena dukungan dari lingkungannya. Bahkan, bos di kantornya mendukung penuh agar ia terus upgrade skill.

“Belajar di malam hari setelah kerja itu berat, tapi saya merasa ilmunya langsung terpakai di pekerjaan. Itu bikin saya semangat,” kata Irsyad.

Perubahan Setelah Bootcamp: Dari Nganggur ke Digital Marketer Full-Time

Selama bootcamp, Irsyad aktif melamar pekerjaan dan mengupdate portofolio. Usahanya terbayar ketika mendapat panggilan interview di PT Tigaer Indonesia.

Dalam wawancara, ia langsung dites menjalankan Google Ads dasar. Berkat bekal dari bootcamp, ia berhasil lolos dan diterima sebagai Digital Marketing full-time. Kini, Irsyad bahkan dipercaya mengelola TikTok Ads perusahaan.

“Waktu interview, saya dites Google Ads. Untungnya sudah belajar di bootcamp, jadi bisa jawab. Itu yang bikin saya diterima kerja,” ungkapnya.

Transformasi Karier yang Nyata

Kini, Irsyad berhasil melakukan switch career dari lulusan otomotif menjadi seorang digital marketer. Dari sempat menganggur hampir setahun, kini ia sudah bekerja full-time, mengelola iklan untuk brand besar, dan lebih percaya diri menatap masa depan.

“Bootcamp ini jadi titik balik karier saya. Dari yang awalnya bingung arah, sekarang saya sudah tahu passion saya ada di digital marketing,” tutup Irsyad.

Perjalanan karier Irsyad juga dibagikan dalam cerita alumni di Instagram Tempat Belajar. Kamu bisa lihat langsung di sana.

Ingin Ikut Jejak Irsyad?

Kisah Irsyad Akmal adalah bukti bahwa salah jurusan atau sempat menganggur bukan akhir dari segalanya. Dengan semangat belajar dan lingkungan yang tepat, jalan baru akan terbuka.


Kalau kamu juga ingin bertransformasi seperti Irsyad,  Bootcamp Digital Marketing Tempat Belajar bisa jadi langkah awal yang tepat.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *