Tag: Cerita Alumni Tempat Belajar

  • Cerita Ahmad Daffa: Dari Pekerja Lapangan ke Social Media Specialist dengan Peluang Global

    Cerita Ahmad Daffa: Dari Pekerja Lapangan ke Social Media Specialist dengan Peluang Global

    Setiap langkah baru dimulai dari rasa penasaran. Bagi Ahmad Daffa, perjalanan menuju dunia digital dimulai saat ia menyadari bahwa pekerjaan lamanya tidak sepenuhnya mencerminkan minatnya. Sebagai Field Education Consultant di sebuah perusahaan edutech, Daffa terbiasa berpindah dari satu sekolah ke sekolah lain untuk memperkenalkan produk. Meski pekerjaannya menantang, ia sering merasa lelah dan ingin mencoba hal yang lebih fleksibel dan kreatif.

    “Aku dulu kerja keliling sekolah, capek sih tapi seru. Sampai akhirnya ketemu temen yang kerja di social media dan bisa kerja dari rumah aja. Dari situ aku mulai mikir, kayaknya aku pengen coba juga,” kenangnya.

    Awal Cerita: Saat Keberanian Mengalahkan Keraguan

    Rasa ingin tahu itu perlahan berubah menjadi tekad. Daffa mulai belajar dasar-dasar strategi digital dan memahami peran media sosial dalam membangun citra sebuah brand. Namun, semakin jauh ia mendalami, semakin sadar bahwa teori saja belum cukup. Ia butuh pengalaman praktik dan portofolio nyata agar bisa bersaing di dunia profesional.

    Keputusan besar pun diambil. Daffa memilih untuk berhenti dari pekerjaannya dan fokus memperdalam keterampilan baru. Setelah melakukan riset dan membaca berbagai testimoni alumni di media sosial, ia akhirnya menemukan Tempat Belajar, bootcamp yang menawarkan pengalaman belajar berbasis proyek nyata.

    Selama Bootcamp: Dari Teori ke Praktik Nyata

    Sejak awal kelas, Daffa langsung merasakan bedanya belajar di Social Media Specialist Bootcamp Tempat Belajar. Materi yang disusun mentor terasa menyeluruh, aplikatif, dan mudah diterapkan bahkan untuk pemula.

    “Yang paling berkesan itu pas belajar Meta Ads dan final exam. Dari situ aku baru bener-bener paham cara bikin strategi campaign yang terukur,” ceritanya.

    Selain materi yang kuat, Daffa juga menikmati dinamika diskusi selama sesi mentoring. Ia merasa setiap pertemuan selalu membuka wawasan baru. Ia juga mulai aktif membangun networking di LinkedIn, agar bisa memperluas relasi profesional dan membuka lebih banyak peluang setelah lulus.

    Setelah Bootcamp: Dua Tawaran Sekaligus

    Tak lama setelah menyelesaikan bootcamp, kerja keras Daffa mulai membuahkan hasil. Portofolio dan pengalaman proyek yang ia kerjakan menjadi nilai tambah besar dalam proses pencarian kerja. Ia melamar posisi junior social media specialist di World Kitchen Jakarta melalui JobStreet. Namun, karena hasil portofolionya dinilai kuat dan relevan, perusahaan justru menawarkannya posisi full-time. Kini, Daffa bertanggung jawab mengelola tiga brand F&B sekaligus dan berhasil melewati masaprobation dengan hasil yang memuaskan.

    Di saat bersamaan, Daffa juga menerima pesan di LinkedIn dari sebuah perusahaan teknologi asal Amerika Serikat yang menawarkan proyek remote untuk mengelola akun TikTok. Dengan waktu kerja sekitar tiga jam per minggu, penghasilannya dari proyek ini bahkan telah melampaui UMR Jakarta.

    Pencapaian dan Pelajaran Berharga

    Kini, Daffa bisa melihat sejauh mana perubahan yang ia alami. Dari seorang pekerja lapangan yang terbiasa bertemu banyak orang, ia kini bisa bekerja dari mana saja, menjalankan peran strategis sebagai Social Media Specialist.

    Beberapa pencapaian yang ia raih antara lain:

    • Switch career dari sales lapangan ke bidang digital marketing.
    • Full-time di World Kitchen Jakarta sebagai Social Media Specialist.
    • Remote intern di perusahaan Amerika, dengan penghasilan di atas UMR.
    • Portofolio profesional yang dibangun dari proyek nyata di Tempat Belajar.

    Ingin Mengikuti Jejak Ahmad Daffa?

    Kisah Ahmad Daffa membuktikan bahwa keberanian untuk memulai kembali bisa membuka jalan menuju karier yang benar-benar sesuai passion. Dari pekerjaan lapangan yang penuh rutinitas, kini ia menapaki dunia digital dengan peluang global dan fleksibilitas kerja yang ia impikan.

    Kalau kamu juga ingin mengikuti jejak Daffa, membangun portofolio nyata, memperluas peluang karier, dan belajar langsung dari praktisi, saatnya mulai langkahmu sekarang.

    Bangun portofolio, temukan arah kariermu, dan percaya diri untuk bersaing di industri kreatif.

  • Cerita Nadia Aldini Putri: Dari Pecinta K-pop ke Graphic Design Intern di Malaysia

    Cerita Nadia Aldini Putri: Dari Pecinta K-pop ke Graphic Design Intern di Malaysia

    Bagi sebagian orang, ketertarikan pada K-pop hanya sebatas hobi yang menyenangkan, menonton konser, mengikuti idol, dan menikmati tampilan visual yang selalu memukau. Namun, bagi Nadia Aldini Putri, mahasiswa vokasi Produksi Media di Universitas Indonesia, hobi itu menjadi pintu masuk menuju dunia profesional yang sama sekali baru.

    Ketertarikannya pada dunia visual bermula dari rasa kagum terhadap industri kreatif Korea Selatan membangun branding artis dan estetika visual yang konsisten di setiap konsep. Ia tertarik dengan bagaimana desain mampu menyampaikan emosi, nilai, dan identitas hanya lewat warna, tipografi, serta komposisi gambar. Dari situlah Nadia mulai menyadari bahwa desain bukan sekadar soal keindahan, tetapi juga cara berkomunikasi yang kuat dan berpengaruh.

    Awal Mula: Ragu, Tertinggal, tapi Tidak Menyerah

    Saat kuliah, Nadia sempat berpindah fokus dari peminatan esports ke desain visual. Namun, perubahan itu tidak mudah. Teman-temannya sudah punya portofolio kuat, sementara Nadia merasa harus belajar dari nol lagi.

    “Aku udah sempat pegang Adobe Illustrator, tapi masih belum terbiasa. Teman-teman udah jauh banget, aku ketinggalan,” ceritanya.

    Kesadaran itulah yang membuat Nadia mencari tempat belajar yang bisa membantunya mengejar ketertinggalan sekaligus memperkuat dasar desain. Ia menemukan jawabannya lewat konten TikTok tentang Bootcamp Graphic Design Tempat Belajar.

    “Aku lihat review di TikTok dan media sosial. Dari semua tempat, Tempat Belajar yang paling sesuai dengan kebutuhanku. Materinya lengkap, harganya masuk akal, dan ada penyaluran magang juga,” kata Nadia.

    Pengalaman Belajar di Bootcamp: Dari Teori ke Portofolio Nyata

    Selama mengikuti Career Accelerator Graphic Design Bootcamp, Nadia merasa menemukan ritme belajarnya. Materinya tidak hanya teknis, tapi juga membimbing peserta untuk berpikir seperti desainer profesional, bagaimana menerjemahkan pesan menjadi bentuk visual yang kuat. 

    “Aku suka banget bagian kita harus menerjemahkan pesan ke dalam bentuk visual. Rasanya kayak bisa ngobrol lewat gambar,” ujarnya.

    Setiap tugas di bootcamp diarahkan untuk membangun portofolio profesional dan hal itu terbukti jadi bekal penting untuk Nadia. Setelah lulus, ia merasa jauh lebih percaya diri dengan karya dan proses berpikir kreatifnya.

    Kesempatan Pertama: Magang di Pineapple Studio Malaysia

    Tak lama setelah menyelesaikan bootcamp, Nadia mendapat tawaran magang dari Pineapple Studio, sebuah agensi desain asal Malaysia. Ia bekerja secara remote dari Indonesia sebagai Graphic Design Intern.

    Di sana, Nadia bertugas mengadaptasi berbagai kebutuhan visual untuk brand kopi multinasional.

    “Tugasnya mostly visual adaptation, dari materi yang sudah dibuat senior aku. Aku bikin versi untuk Instagram, Instastory, dan kebutuhan marketing lain,” jelasnya.

    Meski sempat kesulitan dengan file desain berukuran besar, bahkan harus mengedit puluhan hingga ratusan GB file per hari, Nadia harus tetap semangat. Dukungan dari tim dan mentor di studio membuatnya terus berkembang.

    “Awalnya sempat kaget, tapi timnya baik banget. Aku malah jadi belajar banyak dari sistem kerja profesional mereka” tambahnya.

    Perjalanan Nyata dari Dunia Kerja Profesional

    Bekerja dengan klien internasional membuat Nadia belajar hal-hal yang tidak ia temui di kampus. Ia jadi lebih peka terhadap detail visual, konsistensi branding, dan kecepatan kerja.

    “Dari magang ini aku jadi tahu cara berpikir desainer profesional. Mereka presisi banget soal warna, layout, dan hierarki visual,” ungkap Nadia.

    Selain itu, Nadia merasa pengalaman ini memperluas wawasannya tentang industri kreatif lintas negara. Ia jadi lebih siap menghadapi dunia kerja setelah lulus nanti. 

    Hal yang Paling Berkesan dari Bootcamp

    Bagi Nadia, hal terbaik dari bootcamp Tempat Belajar bukan hanya materinya, tapi juga cara mentor memberikan bimbingan yang realistis dan aplikatif.

    “Mentornya sabar banget dan kasih insight yang bisa langsung aku praktikkan. Aku merasa setiap feedback bikin aku naik level,” ceritanya.

    Transformasi Karier: Dari Mahasiswa ke Profesional Muda

    Kini, Nadia bukan lagi mahasiswa yang merasa tertinggal. Ia sudah punya portofolio, pengalaman kerja lintas negara, dan kepercayaan diri baru.

    “Dulu aku ngerasa skill-ku belum cukup. Sekarang, aku bisa bilang aku siap jadi desainer profesional,” katanya dengan senyum bangga.

    Ingin Mengikuti Jejak Nadia?

    Kisah Nadia Aldini Putri membuktikan bahwa tidak ada kata terlalu awal untuk memulai karier profesional, bahkan saat kamu masih di bangku kuliah. Dengan bimbingan mentor yang tepat, portofolio yang terarah, dan komunitas belajar yang suportif, setiap langkah kecil bisa membuka peluang besar.

    Kalau kamu juga ingin mengubah passion menjadi profesi seperti Nadia, saatnya mulai langkah pertamamu bersama TempatBelajar.id

    Bangun portofolio, temukan arah kariermu, dan percaya diri untuk bersaing di industri kreatif.

  • Cerita Fadzri Priananda: Dari Corporate Worker Jadi HR Professional dengan Gaji Dollar

    Cerita Fadzri Priananda: Dari Corporate Worker Jadi HR Professional dengan Gaji Dollar

    Bekerja remote kini bukan lagi mimpi. Menurut laporan Upwork (2023), lebih dari 32 juta pekerja di Amerika Serikat akan bekerja remote pada tahun 2025. Tren global ini juga semakin terasa di Indonesia, di mana banyak profesional mulai mencari fleksibilitas dan kualitas hidup yang lebih baik.

    Salah satunya adalah Fadzri Priananda, alumni Bootcamp Human Resource Tempat Belajar, yang berani keluar dari zona nyaman setelah 10 tahun di corporate operations. Kini ia bekerja remote untuk perusahaan asal Amerika Serikat dengan gaji dollar. Sebuah pencapaian besar yang ia raih berkat keberanian mengambil langkah baru.

    Awal Mula: Keputusan Berani di Usia 30-an

    Fadzri sudah lama berkarier di dunia corporate. Namun, lingkungan kerja yang tidak suportif membuatnya berpikir ulang. Di usia 30-an, dengan istri yang sedang hamil anak kedua, ia memutuskan untuk resign.

    “Sebagai kepala keluarga, goals saya cuma 1, bisa menafkahi keluarga tanpa kehilangan waktu dengan istri dan anak. Saya butuh jalan baru yang lebih fleksibel,” ungkap Fadzri.

    Bagi sebagian orang, keputusan resign di usia matang bisa terasa menakutkan. Namun, justru dari titik itulah Fadzri mulai menemukan arah karier baru yang lebih sesuai dengan tujuan hidupnya. Ia memutuskan fokus ke Human Resource, bidang yang pernah ia pelajari semasa kuliah namun belum sempat ia tekuni.

    Langkah Baru: Bergabung dengan Bootcamp Human Resource Tempat Belajar

    Fadzri mengenal Tempat Belajar lewat konten-konten yang membagikan data nyata alumni tanpa janji manis. Transparansi itulah yang membuatnya yakin untuk mendaftar. 

    Ia kemudian mengikuti Career Accelerator Human Resource Bootcamp. Materi yang dipelajari mulai dari rekrutmen, manajemen karyawan, hingga pengelolaan sistem HR modern. Semua tugas yang diberikan mentor langsung diarahkan untuk membangun portofolio nyata yang bisa digunakan saat melamar kerja.

    Perjalanan Profesional: Dari Portofolio ke Gaji Dollar

    Berbekal portofolio dari bootcamp, Fadzri mulai melamar kerja remote di Upwork. Dari lima lamaran, ia dipanggil interview oleh dua perusahaan dan akhirnya diterima di perusahaan asal Amerika Serikat sebagai Recruitment Admin.

    Dengan rate USD 10 per jam, ia bisa mengantongi hingga USD 2000 (sekitar Rp30 juta) per bulan. Angka ini jauh melampaui gaji sebelumnya di corporate.

    “Alasan saya diterima simple, saya bisa menguasai HR end-to-end. Semua berawal dari portofolio yang dibangun di bootcamp,” jelasnya.

    Dinamika Pekerjaan Remote: Antara Fleksibilitas dan Tantangan

    Bekerja remote memang penuh tantangan. Fadzri sempat mengalami burnout karena workload yang lebih besar dari kontrak awal. Namun, dukungan keluarga membuatnya tetap bertahan.

    Kini, ia bisa menikmati fleksibilitas, mengantar anak sekolah, menemani les, sekaligus tetap produktif bekerja. Bahkan, ia hanya perlu menyesuaikan 2–3 jam kerja dengan zona waktu klien di AS, sehingga masih punya banyak waktu untuk keluarga.

    “Dulu kerja corporate bikin saya kehilangan waktu bersama keluarga. Sekarang, saya bisa produktif tanpa harus mengorbankan momen penting bersama anak dan istri,” tuturnya.

    Strategi Rekrutmen dan Tanggung Jawab Baru

    Seiring berjalannya waktu, Fadzri tidak hanya jadi Recruitment Admin biasa. Ia dipercaya untuk:

    • Melakukan pre-screen interview untuk posisi teknis.
    • Mengelola kandidat di sistem ATS.
    • Memimpin migrasi sistem HR dari Jira ke JazzHR.

    Kepercayaan ini membuat jam kerjanya ditambah dari 40 jadi 50 jam per minggu. Bagi Fadzri, ini bukti nyata bahwa keterampilan yang ia bawa dari bootcamp relevan dengan kebutuhan global dan perusahaan menaruh kepercayaan lebih padanya.

    Kunci Keberhasilan Kerja Remote ala Fadzri

    Dari pengalamannya, Fadzri merumuskan 3 kunci penting untuk bisa sukses kerja remote:

    1. Bahasa Inggris – tidak perlu sempurna, yang penting bisa komunikasi.
    2. Portofolio nyata – jadi senjata utama untuk meyakinkan klien.
    3. Personal branding – membuat kesempatan karier lebih luas dari sekadar menukar waktu dengan uang.

    Tambahan lain yang ia tekankan adalah konsistensi. Menurutnya, kerja remote bukan soal keterampilan sekali jadi, tetapi soal membangun reputasi yang baik agar dipercaya dalam jangka panjang.

    Transformasi Nyata: Bukan Janji Manis

    Perjalanan Fadzri adalah bukti nyata bahwa kerja remote dengan gaji dollar bukan sekadar slogan. Dengan tekad, portofolio, dan komunitas belajar yang tepat, ia berhasil melakukan switch career yang membawa dampak besar bagi hidupnya.

    Ingin Ikut Jejak Fadzri?

    Kalau kamu juga ingin membangun karier di HR dengan peluang kerja remote global, Tempat Belajar menyediakan program:

    Saatnya kamu juga berani mengambil langkah baru. Dengan bimbingan dan portofolio nyata dari Tempat Belajar, karier impianmu bisa lebih dekat dari yang kamu bayangkan.

  • Cerita Patmasari Febriyana: Menemukan Arah Baru di Dunia Digital Marketing

    Cerita Patmasari Febriyana: Menemukan Arah Baru di Dunia Digital Marketing

    Setiap perjalanan karier punya ceritanya sendiri. Ada yang mulus, ada juga yang berliku sebelum akhirnya menemukan jalur yang tepat. Bagi Patmasari Febriyana, perjalanan itu dimulai dari rasa kurang puas dengan pembelajaran digital marketing yang pernah ia ikuti di tempat lain.

    Pencariannya membawanya menemukan Bootcamp Digital Marketing Tempat Belajar. Sebuah pengalaman yang akhirnya membuka jalan baru bagi kariernya. Dari belajar dasar, menghadapi tantangan, hingga diterima internship, kisah Patma adalah bukti bahwa keberanian mencoba hal baru bisa membawa perubahan besar.

    Awal Mula: Dari Ragu ke Semangat Baru

    Sebelum ikut bootcamp di Tempat Belajar, Patma sudah pernah mencoba program digital marketing lain. Namun, ia merasa ilmu yang didapat belum cukup sesuai dengan kebutuhan industri.

    Hingga suatu hari, Patma melihat konten UGC tentang Tempat Belajar di media sosial. Dari sana ia mulai penasaran, riset lebih lanjut, dan akhirnya memutuskan untuk mendaftar.

    “Aku butuh tempat yang bisa jadi wadah untuk belajar, mengembangkan skill, sekaligus membangun portofolio. Itu yang akhirnya aku temukan di Tempat Belajar,” ujar Patma.

    Pengalaman Belajar di Bootcamp

    Sejak awal, Patma merasakan perbedaan. Sistem belajar di Tempat Belajar terasa lebih terstruktur dan ramah untuk peserta dari berbagai latar belakang.

    Sesi bersama mentor menjadi salah satu pengalaman yang berkesan, terutama saat final exam.

    Pas final exam, rasanya kayak dibantai kecil sama Kak Rico. Tapi justru dari situ aku dan tim jadi semangat banget buat nunjukin hasil terbaik,” kenang Patma.

    Selain materi yang rapi, metode pengajaran interaktif membuat suasana kelas lebih hidup. Dari SEO, iklan digital, hingga strategi campaign, semua dikemas dengan praktik yang bisa langsung diaplikasikan.

    Dari Bootcamp ke Dunia Kerja: Internship dan Freelance

    Hasil nyata dari bootcamp segera terlihat. Lewat penyaluran internship, Patma diterima di Study First sebagai Social Media Specialist. Namun, kemampuannya membuatnya dipercaya lebih jauh hingga menjadi Digital Marketing Strategist, dengan tanggung jawab menyusun content plan dan menjalankan iklan.

    Tak hanya itu, jejaring alumni Tempat Belajar juga membuka peluang baru. Dari sebuah postingan “best student” yang diunggah di media sosial, Patma mendapat tawaran freelance dari alumni lain untuk menangani brand F&B.

    “Aku senang karena dari bootcamp ini bukan cuma dapat ilmu, tapi juga kesempatan nyata, baik internship maupun freelance. Itu benar-benar jadi titik balik karierku,” kata Patma.

    Hal yang Paling Berkesan

    Bagi Patma, ada banyak hal yang membuat Tempat Belajar istimewa:

    • Materi yang rapi, dari dasar hingga praktik. 
    • Mentor yang interaktif dan membuat sesi belajar lebih semangat.
    • Final exam yang menantang tapi memotivasi.
    • Kesempatan internship dan exposure ke dunia kerja nyata.

    “Tempat Belajar itu seru, terstruktur, dan benar-benar membantu aku berkembang. Kalau aku nanti jadi content creator dengan nama besar, aku pasti bakal rekomendasikan Tempat Belajar,” tutur Patma.

    Transformasi Karier yang Nyata

    Kini, Patmasari Febriyana tidak hanya punya pengalaman belajar, tapi juga sudah menapaki jalur karier nyata sebagai Digital Marketing Strategist dan freelance performance specialist. Dari semula merasa ragu, kini ia percaya diri dengan langkah barunya di dunia digital marketing.

    Perjalanan Patma juga sempat dibagikan dalam cerita alumni di Instagram Tempat Belajar. Kamu bisa lihat langsung di sana.

    Ingin Ikut Jejak Patma?

    Kisah Patmasari Febriyana adalah bukti bahwa keberanian mencoba hal baru bisa membuka pintu kesempatan yang luas. Dengan pembelajaran yang tepat dan lingkungan yang mendukung, transisi karier bukan lagi hal yang mustahil.

    Kalau kamu juga ingin merasakan transformasi nyata, saatnya bergabung di  Bootcamp Digital Marketing Tempat Belajar.

  • Cerita Irsyad Akmal: Lulusan Teknologi Informasi yang Sukses Switch Career ke Digital Marketing

    Cerita Irsyad Akmal: Lulusan Teknologi Informasi yang Sukses Switch Career ke Digital Marketing

    Setiap orang punya jalan berbeda dalam menemukan karier impiannya. Ada yang lurus sesuai jurusan kuliah, ada juga yang harus berputar jauh sebelum akhirnya menemukan passion baru. Begitu pula dengan Irsyad Akmal, seorang lulusan Teknologi Informasi yang justru menemukan semangat barunya di dunia Digital Marketing.

    Perjalanan Irsyad tidak selalu mulus. Ia sempat menganggur hampir setahun, mencoba berbagai pelatihan, hingga akhirnya menemukan arah yang lebih jelas lewat sebuah bootcamp. Dari situ, perlahan tapi pasti, Irsyad berhasil mengubah rasa ragu menjadi langkah pasti menuju karier baru.

    Kisah inilah yang menunjukkan bahwa perubahan karier bukanlah hal mustahil, selama ada tekad untuk belajar dan kesempatan yang tepat.

    Awal Cerita: Dari Teknologi Informasi ke Dunia Digital

    Tidak semua perjalanan karier berjalan lurus sesuai jurusan kuliah. Irsyad Akmal salah satu contohnya. Lulusan Politeknik STMI Jakarta jurusan Sistem Informasi ini sempat belajar gabungan IT dan otomotif, mulai dari coding, desain AutoCAD, hingga dasar mesin motor dan mobil.

    Namun, sejak awal Irsyad sebenarnya lebih tertarik ke dunia IT dan teknologi. Setelah lulus pada Desember 2023, ia sempat menganggur hampir setahun. Meski ikut pelatihan gratis, ia merasa perkembangannya terbatas karena kurang mentoring.

    “Nganggur hampir setahun itu bikin insecure. Tapi saya sadar harus upgrade skill biar bisa masuk ke dunia kerja,” cerita Irsyad.

    Menemukan Passion Baru lewat Komunitas

    Kesempatan datang saat seorang teman mengajaknya bergabung dengan komunitas Satu Persen. Karena punya kemampuan desain, Irsyad akhirnya diarahkan menjadi tim sosial media. Dari sinilah minatnya pada digital marketing mulai tumbuh.

    Selain ingin menguasai skill baru, Irsyad punya motivasi jangka panjang. Ia ingin suatu saat membangun bisnis sendiri, dan digital marketing adalah bekal penting menuju ke sana.

    Kenapa Tempat Belajar?

    Saat mencari program untuk memperdalam keterampilan, Irsyad tidak asal memilih. Ia melakukan riset terhadap beberapa bootcamp digital marketing yang ada di pasaran. Dari segi biaya, fasilitas, hingga kurikulum, semuanya ia pelajari dengan cermat.

    Hasil riset itu membuatnya mantap memilih Bootcamp Digital Marketing Tempat Belajar dengan alasan:

    1. Ada internship placement, jadi bukan sekadar belajar teori.
    2. Kurikulumnya sesuai dengan kebutuhan Irsyad. Mulai dari SEO, Google Ads, Meta Ads, hingga TikTok Ads.

    “Saya pilih Tempat Belajar karena lebih realistis. Bukan cuma dapat materi, tapi juga bisa praktik langsung lewat internship,” jelas Irsyad.

    Pengalaman Belajar: Dari SEO hingga Jatuh Cinta pada Digital Ads

    Di awal bootcamp, Irsyad tertarik pada SEO. Namun seiring berjalannya waktu, ia justru semakin menikmati materi digital advertising, seperti Google Ads, Meta Ads, dan TikTok Ads.

    Salah satu tantangan terberatnya adalah membagi waktu antara bekerja full-time dan mengikuti bootcamp di malam hari. Meski sempat merasa lelah, Irsyad tetap bertahan karena dukungan dari lingkungannya. Bahkan, bos di kantornya mendukung penuh agar ia terus upgrade skill.

    “Belajar di malam hari setelah kerja itu berat, tapi saya merasa ilmunya langsung terpakai di pekerjaan. Itu bikin saya semangat,” kata Irsyad.

    Perubahan Setelah Bootcamp: Dari Nganggur ke Digital Marketer Full-Time

    Selama bootcamp, Irsyad aktif melamar pekerjaan dan mengupdate portofolio. Usahanya terbayar ketika mendapat panggilan interview di PT Tigaer Indonesia.

    Dalam wawancara, ia langsung dites menjalankan Google Ads dasar. Berkat bekal dari bootcamp, ia berhasil lolos dan diterima sebagai Digital Marketing full-time. Kini, Irsyad bahkan dipercaya mengelola TikTok Ads perusahaan.

    “Waktu interview, saya dites Google Ads. Untungnya sudah belajar di bootcamp, jadi bisa jawab. Itu yang bikin saya diterima kerja,” ungkapnya.

    Transformasi Karier yang Nyata

    Kini, Irsyad berhasil melakukan switch career dari lulusan otomotif menjadi seorang digital marketer. Dari sempat menganggur hampir setahun, kini ia sudah bekerja full-time, mengelola iklan untuk brand besar, dan lebih percaya diri menatap masa depan.

    “Bootcamp ini jadi titik balik karier saya. Dari yang awalnya bingung arah, sekarang saya sudah tahu passion saya ada di digital marketing,” tutup Irsyad.

    Perjalanan karier Irsyad juga dibagikan dalam cerita alumni di Instagram Tempat Belajar. Kamu bisa lihat langsung di sana.

    Ingin Ikut Jejak Irsyad?

    Kisah Irsyad Akmal adalah bukti bahwa salah jurusan atau sempat menganggur bukan akhir dari segalanya. Dengan semangat belajar dan lingkungan yang tepat, jalan baru akan terbuka.


    Kalau kamu juga ingin bertransformasi seperti Irsyad,  Bootcamp Digital Marketing Tempat Belajar bisa jadi langkah awal yang tepat.

  • Cerita Mellia Fortuna: Perjalanan Karier dari Ilmu Politik ke Business Development

    Cerita Mellia Fortuna: Perjalanan Karier dari Ilmu Politik ke Business Development

    Setelah lulus kuliah, Mellia Fortuna sempat berada di persimpangan jalan. Dengan latar belakang pendidikan Ilmu Politik, ia sempat berpikir bahwa pilihan kariernya hanya sebatas di dunia pemerintahan. Namun, di dalam hati, Mellia menyimpan keinginan untuk mencoba sesuatu yang baru.

    Keinginan itulah yang kemudian membawanya ke dunia Business Development, jalur yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. 

    Dari Politik ke Bisnis: Latar Belakang yang Membentuk Mellia

    Mellia menempuh pendidikan di jurusan Ilmu Politik dan cukup menikmati bidang tersebut. Namun, setelah lulus pada akhir 2022, ia merasa prospek kerjanya terbatas.

    Selama dua tahun setelah lulus, Mellia bekerja sebagai freelancer di pemerintahan desa. Pengalaman ini memberinya pelajaran, tapi juga membuatnya sadar bahwa ia ingin berkembang lebih jauh. Sejak SMA, sebenarnya ia sudah memiliki ketertarikan di dunia bisnis dan bahkan sempat menjalankan usaha sendiri.

    “Awalnya saya pikir ilmu politik hanya bisa mengantarkan saya ke pekerjaan di pemerintahan. Tapi ternyata saya menemukan ruang belajar baru di bisnis yang membuat saya lebih bersemangat,” kenang Mellia.

    Keputusan besar pun diambil. Mellia memutuskan untuk mencari jalur baru yang lebih sesuai dengan minatnya.

    Mengapa Memilih Tempat Belajar?

    Dalam pencariannya, Mellia akhirnya mengenal Bootcamp Business Development Tempat Belajar. Baginya, program ini adalah kesempatan untuk mencoba jalur baru sekaligus mempelajari keterampilan yang bisa langsung diterapkan dalam dunia kerja.

    Meski tidak punya latar belakang bisnis, Mellia berani menantang dirinya. Ia berharap bootcamp ini menjadi pintu masuk untuk karier yang lebih sesuai dengan minatnya.

    Pengalaman Belajar Selama Bootcamp

    Di awal bootcamp terasa cukup mengejutkan. Materinya berbeda jauh dengan apa yang pernah ia pelajari sebelumnya. Namun, justru dari situlah Mellia belajar banyak hal baru.

    Salah satu momen paling berkesan adalah ketika diajar oleh mentor Kak Ken.

    “Kalau belajar dengan Kak Ken, kita jadi lebih fokus. Meskipun tegas, justru itu membuat saya lebih memperhatikan dan memahami materi dengan baik,” kata Mellia.

    Selain itu, metode pembelajaran yang interaktif dan aplikatif membuat Mellia bisa mengikuti meski awalnya bingung. Lambat laun, ia mulai terbiasa dengan istilah dan strategi bisnis yang sebelumnya terasa asing.

    Setelah Mengikuti Bootcamp: Lebih Percaya Diri Menapaki Karier Baru

    Setelah menyelesaikan bootcamp, perubahan nyata langsung dirasakan Mellia. Ia mulai mendapatkan lebih banyak kesempatan interview pekerjaan, bahkan mencapai 4–5 interview per bulan.

    Tidak hanya itu, Mellia juga mulai mendapat tanggung jawab lebih besar dalam pekerjaannya. Dari yang awalnya hanya mendampingi meeting, kini ia sudah bisa melakukan profiling dan analisis bisnis secara mandiri.

    “Saya sempat ragu, tapi sekarang saya merasa lebih percaya diri. Bootcamp ini benar-benar membantu saya memahami dunia business development,” ujar Mellia.

    Momen Paling Berkesan

    Bagi Mellia, yang paling berkesan bukan hanya materinya, tapi juga bagaimana Tempat Belajar menghadirkan lingkungan yang suportif. Ia merasakan kombinasi teori dan praktik yang relevan, sehingga bisa langsung diaplikasikan di dunia kerja.

    “Awalnya saya merasa bingung, tapi lama-lama saya sadar bahwa bootcamp ini benar-benar membantu saya memahami dunia business development. Saya jadi lebih percaya diri untuk melangkah ke depan,” ujar Mellia.

    Transformasi Karier yang Nyata

    Kini, Mellia tidak lagi melihat dirinya terbatas pada jalur politik. Ia menemukan semangat baru di dunia bisnis, dengan bekal pengalaman dan keterampilan yang diperolehnya selama bootcamp. Baginya, ini adalah awal dari perjalanan karier yang lebih terarah dan penuh peluang.

    “Saya jadi lebih percaya diri untuk melangkah ke depan. Dunia business development ternyata adalah jalur yang cocok buat saya,” tutup Mellia dengan optimis.

    Ingin Mengikuti Jejak Mellia?

    Kisah Mellia Fortuna adalah bukti bahwa siapa pun bisa bertransformasi, meski berasal dari latar belakang berbeda. Dengan keberanian belajar hal baru dan lingkungan yang tepat, pintu karier baru bisa terbuka lebar.
    Kalau kamu juga ingin merasakan perubahan nyata dalam karier, saatnya mencoba Bootcamp Business Development di Tempat Belajar.