Tag: digital marketing

  • Panduan Lengkap Belajar SEO & Social Media Marketing untuk Pemula!

    Panduan Lengkap Belajar SEO & Social Media Marketing untuk Pemula!

    Banyak orang yang baru terjun ke dunia digital marketing sering merasa kebingungan. Skill apa yang harus dipelajari dulu? Bagaimana cara agar cepat menguasainya?

    Jawabannya sederhana, mulai dari SEO (Search Engine Optimization) dan Social Media Marketing.

    Dua skill ini adalah fondasi utama digital marketing. SEO membantu website atau bisnis muncul di halaman pertama Google, sementara social media marketing membangun interaksi dengan audiens di platform populer seperti Instagram, TikTok, atau LinkedIn. Kombinasi keduanya bisa membawa bisnismu dari sekadar “terlihat” menjadi benar-benar menghasilkan penjualan.

    Kalau kamu masih pemula, panduan ini akan membantumu memahami langkah demi langkah menguasai SEO dan social media marketing.

    Mengapa SEO dan Social Media Marketing Sangat Penting?

    Di era digital, orang mencari informasi dan produk melalui dua jalur utama, yaitu mesin pencari dan media sosial.

    • SEO (Search Engine Optimization)
      SEO membuat website lebih mudah ditemukan di Google. Semakin tinggi ranking website, semakin besar peluang orang mengunjungi produk/jasamu.
    • Social Media Marketing
      Media sosial adalah tempat orang menghabiskan waktu. Dengan strategi yang tepat, kamu bisa membangun brand awareness, memperluas jangkauan, bahkan meningkatkan penjualan lewat interaksi yang intens dengan audiens.

    Ketika SEO dan social media digabungkan, hasilnya lebih maksimal. Traffic organik dari Google bertemu dengan engagement dari media sosial.

    Panduan Belajar SEO untuk Pemula

    1. Pahami Dasar SEO

    SEO terbagi menjadi tiga pilar utama:

    • On-page SEO: optimasi konten dalam website seperti judul, keyword, meta description, heading.
    • Off-page SEO: optimasi dari luar website, misalnya backlink dan authority.
    • Technical SEO: aspek teknis seperti kecepatan website, mobile friendly, dan struktur URL.

    Tanpa pemahaman dasar ini, strategi SEO tidak akan berjalan maksimal.

    2. Riset Keyword

    Keyword adalah jantung SEO. 

    • Gunakan tools seperti Google Keyword Planner, Ubersuggest, atau Ahrefs.
    • Cari keyword dengan volume pencarian tinggi tapi kompetisi rendah.
    • Fokus pada keyword long-tail untuk pemula, misalnya “cara belajar SEO pemula” dibanding hanya “SEO”

    3. Buat Konten Berkualitas

    Google menyukai konten yang relevan dan bermanfaat.

    Tips membuat konten SEO-friendly:

    • Gunakan keyword dijudul, subjudul, dan isi artikel secara natural.
    • Gunakan struktur heading (H1, H2, H3) untuk memudahkan pembaca.
    • Pastikan konten menjawab pertanyaan audiens dengan detail.

    4. Optimalisasi Website

    SEO tidak hanya soal konten. Website yang lambat atau tidak mobile friendly bisa menurunkan ranking

    • Pastikan loading cepat (gunakan PageSpeed Insights untuk cek).
    • Optimalkan gambar agar ukurannya tidak terlalu besar.
    • Gunakan desain mobile-friendly.

    5. Analisis & Evaluasi

    Gunakan tools seperti Google Analytics dan Google Search Console untuk melacak performa SEO.

    • Lihat keyword apa yang mendatangkan traffic.
    • Pantau halaman mana yang performanya bagus.
    • Evaluasi dan perbaiki konten yang kurang optimal.

    Panduan Belajar Social Media Marketing untuk Pemula

    1. Tentukan Tujuan Belajar

    Pahami dulu alasan belajar social media marketing (untuk personal branding, portofolio, atau persiapan karier). Tujuan ini akan jadi panduan buat kamu supaya tidak asal ikut tren.

    2. Mulai Konten Sederhana

    Cobalah membuat konten awal tanpa takut gagal, misalnya posting carousel di Instagram, video singkat di TikTok, atau artikel di LinkedIn. Anggap setiap postingan sebagai latihan, bukan sekadar “jualan”

    3. Kuasai Skill Teknis Dasar 

    Tidak perlu langsung menguasai software desain atau editing tingkat lanjut. Mulailah dengan tools gratis dan mudah digunakan, misalnya:

    • Desain visual: Canva untuk membuat poster, feed, atau carousel.
    • Editing video: CapCut atau aplikasi editing sederhana di ponsel.
    • Copywriting singkat: latih kemampuan menulis caption yang memikat dengan gaya bahasa yang sesuai audiens.
    • Penjadwalan konten: gunakan Meta Business Suite atau aplikasi sejenis agar lebih konsisten.

    Skill dasar ini akan jadi bekal penting sebelum masuk ke strategi yang lebih kompleks

    4. Pelajari Cara Membaca Data Dasar

    Jangan buru-buru menganalisis ROI atau strategi iklan. Untuk pemula, cukup pahami data dasar seperti reach, impression, like, comment, dan share. Data ini bisa menunjukkan konten mana yang paling disukai audiens. Catat dan evaluasi setiap minggu agar kamu tahu arah perkembangan kontenmu.

    5. Bangun Kebiasaan & Portofolio

    • Biasakan konsisten posting (misalnya 3 kali seminggu).
    • Kumpulkan hasil kontenmu sebagai portofolio (berguna jika ingin jadi social media specialist).
    • Cobalah ikut komunitas kreator atau challenge di media sosial untuk melatih kreativitas sekaligus memperluas jejaring.

    Tips Kombinasi SEO dan Social Media Marketing

    SEO dan social media bukan dua hal terpisah. Justru keduanya bisa saling mendukung.

    • Promosikan artikel SEO di media sosial. Hasilnya, traffic ke website naik.
    • Gunakan keyword SEO di caption media sosial. Agar lebih mudah ditemukan lewat pencarian.
    • Pakai engagement media sosial untuk backlink. Semakin banyak konten dibagikan, semakin tinggi otoritas website.

    Belajar Lebih Terstruktur dengan Bootcamp

    Belajar mandiri bisa dilakukan, tapi seringkali kesulitan pemula dalam mempelajari materi adalah karena bingung mulai belajar darimana. Apalagi, buat sebagian orang belajar mandiri itu memakan waktu lebih lama. Kalau ingin lebih cepat, ikuti bootcamp di tempatbelajar.id yang sudah terbukti membantu pemula jadi profesional. Agar lebih terarah dan mendapatkan bimbingan mentor.

    Rekomendasi bootcamp di tempatbelajar.id

    Penutup

    SEO dan social media marketing adalah kombinasi wajib untuk pemula yang ingin membangun karier di dunia digital.

    Dengan SEO, website lebih mudah ditemukan di Google. Dengan social media, brand lebih dekat dengan audiens. Jika digabungkan, keduanya bisa jadi senjata ampuh untuk meningkatkan penjualan dan membangun reputasi.

    Mulailah dari dasar, praktekkan secara konsisten, dan jangan berhenti belajar. Kalau ingin lebih cepat berkembang dengan arahan mentor, ikuti bootcamp di tempatbelajar.id.

    Dengan langkah yang tepat, kamu bisa berubah dari pemula menjadi digital marketer yang siap bersaing di 2025.

  • Cerita Irsyad Akmal: Lulusan Teknologi Informasi yang Sukses Switch Career ke Digital Marketing

    Cerita Irsyad Akmal: Lulusan Teknologi Informasi yang Sukses Switch Career ke Digital Marketing

    Setiap orang punya jalan berbeda dalam menemukan karier impiannya. Ada yang lurus sesuai jurusan kuliah, ada juga yang harus berputar jauh sebelum akhirnya menemukan passion baru. Begitu pula dengan Irsyad Akmal, seorang lulusan Teknologi Informasi yang justru menemukan semangat barunya di dunia Digital Marketing.

    Perjalanan Irsyad tidak selalu mulus. Ia sempat menganggur hampir setahun, mencoba berbagai pelatihan, hingga akhirnya menemukan arah yang lebih jelas lewat sebuah bootcamp. Dari situ, perlahan tapi pasti, Irsyad berhasil mengubah rasa ragu menjadi langkah pasti menuju karier baru.

    Kisah inilah yang menunjukkan bahwa perubahan karier bukanlah hal mustahil, selama ada tekad untuk belajar dan kesempatan yang tepat.

    Awal Cerita: Dari Teknologi Informasi ke Dunia Digital

    Tidak semua perjalanan karier berjalan lurus sesuai jurusan kuliah. Irsyad Akmal salah satu contohnya. Lulusan Politeknik STMI Jakarta jurusan Sistem Informasi ini sempat belajar gabungan IT dan otomotif, mulai dari coding, desain AutoCAD, hingga dasar mesin motor dan mobil.

    Namun, sejak awal Irsyad sebenarnya lebih tertarik ke dunia IT dan teknologi. Setelah lulus pada Desember 2023, ia sempat menganggur hampir setahun. Meski ikut pelatihan gratis, ia merasa perkembangannya terbatas karena kurang mentoring.

    “Nganggur hampir setahun itu bikin insecure. Tapi saya sadar harus upgrade skill biar bisa masuk ke dunia kerja,” cerita Irsyad.

    Menemukan Passion Baru lewat Komunitas

    Kesempatan datang saat seorang teman mengajaknya bergabung dengan komunitas Satu Persen. Karena punya kemampuan desain, Irsyad akhirnya diarahkan menjadi tim sosial media. Dari sinilah minatnya pada digital marketing mulai tumbuh.

    Selain ingin menguasai skill baru, Irsyad punya motivasi jangka panjang. Ia ingin suatu saat membangun bisnis sendiri, dan digital marketing adalah bekal penting menuju ke sana.

    Kenapa Tempat Belajar?

    Saat mencari program untuk memperdalam keterampilan, Irsyad tidak asal memilih. Ia melakukan riset terhadap beberapa bootcamp digital marketing yang ada di pasaran. Dari segi biaya, fasilitas, hingga kurikulum, semuanya ia pelajari dengan cermat.

    Hasil riset itu membuatnya mantap memilih Bootcamp Digital Marketing Tempat Belajar dengan alasan:

    1. Ada internship placement, jadi bukan sekadar belajar teori.
    2. Kurikulumnya sesuai dengan kebutuhan Irsyad. Mulai dari SEO, Google Ads, Meta Ads, hingga TikTok Ads.

    “Saya pilih Tempat Belajar karena lebih realistis. Bukan cuma dapat materi, tapi juga bisa praktik langsung lewat internship,” jelas Irsyad.

    Pengalaman Belajar: Dari SEO hingga Jatuh Cinta pada Digital Ads

    Di awal bootcamp, Irsyad tertarik pada SEO. Namun seiring berjalannya waktu, ia justru semakin menikmati materi digital advertising, seperti Google Ads, Meta Ads, dan TikTok Ads.

    Salah satu tantangan terberatnya adalah membagi waktu antara bekerja full-time dan mengikuti bootcamp di malam hari. Meski sempat merasa lelah, Irsyad tetap bertahan karena dukungan dari lingkungannya. Bahkan, bos di kantornya mendukung penuh agar ia terus upgrade skill.

    “Belajar di malam hari setelah kerja itu berat, tapi saya merasa ilmunya langsung terpakai di pekerjaan. Itu bikin saya semangat,” kata Irsyad.

    Perubahan Setelah Bootcamp: Dari Nganggur ke Digital Marketer Full-Time

    Selama bootcamp, Irsyad aktif melamar pekerjaan dan mengupdate portofolio. Usahanya terbayar ketika mendapat panggilan interview di PT Tigaer Indonesia.

    Dalam wawancara, ia langsung dites menjalankan Google Ads dasar. Berkat bekal dari bootcamp, ia berhasil lolos dan diterima sebagai Digital Marketing full-time. Kini, Irsyad bahkan dipercaya mengelola TikTok Ads perusahaan.

    “Waktu interview, saya dites Google Ads. Untungnya sudah belajar di bootcamp, jadi bisa jawab. Itu yang bikin saya diterima kerja,” ungkapnya.

    Transformasi Karier yang Nyata

    Kini, Irsyad berhasil melakukan switch career dari lulusan otomotif menjadi seorang digital marketer. Dari sempat menganggur hampir setahun, kini ia sudah bekerja full-time, mengelola iklan untuk brand besar, dan lebih percaya diri menatap masa depan.

    “Bootcamp ini jadi titik balik karier saya. Dari yang awalnya bingung arah, sekarang saya sudah tahu passion saya ada di digital marketing,” tutup Irsyad.

    Perjalanan karier Irsyad juga dibagikan dalam cerita alumni di Instagram Tempat Belajar. Kamu bisa lihat langsung di sana.

    Ingin Ikut Jejak Irsyad?

    Kisah Irsyad Akmal adalah bukti bahwa salah jurusan atau sempat menganggur bukan akhir dari segalanya. Dengan semangat belajar dan lingkungan yang tepat, jalan baru akan terbuka.


    Kalau kamu juga ingin bertransformasi seperti Irsyad,  Bootcamp Digital Marketing Tempat Belajar bisa jadi langkah awal yang tepat.

  • 10 Skill Digital Marketing yang Paling Diburu HRD di 2025!

    10 Skill Digital Marketing yang Paling Diburu HRD di 2025!

    Pernah bertanya-tanya kenapa CV kamu belum juga dilirik HRD? Bisa jadi bukan karena pengalamanmu yang kurang, melainkan karena skill digital marketing yang kamu kuasai belum sesuai kebutuhan industri.

    Di tahun 2025, hampir semua perusahaan berlomba mencari talenta yang punya skill digital marketing lengkap. Mulai dari startup hingga perusahaan besar, kebutuhan ini terus meningkat karena persaingan bisnis yang semakin bergeser ke ranah digital.

    Nah, supaya kamu nggak ketinggalan, berikut daftar 10 skill digital marketing yang paling diburu HRD di 2025.

    Mengapa Skill Digital Marketing Penting di 2025? 

    • Semua bisnis go digital: UMKM sampai perusahaan multinasional kini mengandalkan strategi digital.
    • HRD lebih selektif: kandidat dengan portofolio digital marketing akan jauh lebih menarik.
    • Peluang gaji lebih tinggi: skill ini termasuk ke dalam hard skill premium yang banyak dicari.

    Singkatnya, skill digital marketing bisa jadi tiket emas untuk karier yang lebih stabil dan menjanjikan.

    10 Skill Digital Marketing yang Paling Diburu HRD di 2025

    1. Search Engine Optimization (SEO)

    SEO masih jadi pondasi utama digital marketing. Dengan persaingan di mesin pencari yang semakin ketat, perusahaan membutuhkan digital marketer yang bisa mengoptimalkan website agar tampil di halaman pertama Google.

    Skill yang dicari HRD:

    • Riset keyword yang relevan.
    • Optimasi on-page & off-page.
    • Pemahaman tentang algoritma Google terbaru.
    • Kemampuan membuat konten yang ramah SEO.

    Tidak heran jika kemampuan SEO sering jadi syarat wajib dalam lowongan digital marketing.

    2. Search Engine Marketing (SEM) & Paid Ads

    Kalau SEO adalah strategi organik, SEM dan paid ads adalah jalur cepat untuk mendatangkan traffic. Perusahaan butuh kandidat yang bisa mengatur anggaran iklan, membuat strategi bidding, hingga mengoptimalkan kampanye iklan di Google Ads, Meta Ads, dan TikTok Ads.

    Skill ini penting karena HRD ingin melihat ROI (Return on Investment) yang jelas dari setiap kampanye berbayar. Marketer yang bisa menyeimbangkan antara iklan dan organik punya nilai plus di mata HRD.

    3. Social Media Marketing & Content Strategy

    Social media bukan hanya soal posting konten, melainkan memahami algoritma platform, tren audience, hingga storytelling. HRD mencari kandidat yang bisa merancang strategi konten jangka panjang, menjaga konsistensi brand voice, sekaligus memanfaatkan tren seperti meme, reels, dan konten interaktif.

    Poin tambahan kalau kamu bisa menghubungkan social media marketing dengan sales funnel perusahaan.

    4. Data Analytics & Marketing Performance

    Pepatah “data is the new oil” sangat relevan di 2025. Perusahaan ingin semua strategi marketing berbasis data, bukan sekadar asumsi.

    Skill yang dicari HRD:

    • Menguasai tools seperti Google Analytics, Tableau, atau Looker Studio.
    • Menganalisis performa kampanye digital.
    • Memberikan insight dari data untuk rekomendasi strategi.

    Digital marketer yang bisa “menerjemahkan data” ke dalam keputusan bisnis akan jadi rebutan.

    5. Email Marketing & Customer Relationship Management (CRM)

    Meskipun dianggap klasik, email marketing tetap jadi senjata efektif untuk retensi pelanggan. Di mata HRD, kandidat yang paham CRM automation punya nilai tinggi karena bisa menjaga hubungan dengan pelanggan tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

    Skill tambahan yang dicari:

    • Segmentasi email.
    • Automasi email dengan tools seperti Mailchimp atau HubSpot.
    • Copywriting yang persuasif untuk meningkatkan CTR (Click-Through Rate).

    6. Content Marketing & Copywriting

    Kunci sukses digital marketing bukan hanya soal teknis, tetapi juga kemampuan bercerita. HRD menyukai kandidat yang bisa membuat konten relevan, bernilai, dan sesuai target audiens.

    Skill copywriting pun sangat penting, terutama untuk iklan, landing page, hingga caption social media. Storytelling yang kuat bisa menjadi pembeda antara brand yang hanya “ada” dan brand yang benar-benar “diingat”.

    7. Video Marketing & Short-Form Content

    Era TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts membuat video marketing jadi senjata utama brand di 2025. HRD mencari talenta yang tidak hanya bisa membuat video kreatif, tapi juga mengoptimalkan distribusi dan engagement.

    Skill yang perlu kamu kuasai:

    • Editing video dengan tools sederhana (CapCut, Adobe Premiere).
    • Menyusun hook dalam 3 detik pertama.
    • Analisis performa video di berbagai platform.

    8. Influencer & Affiliate Marketing

    Strategi kolaborasi dengan influencer atau KOL (Key Opinion Leader) masih relevan. Bahkan, tren affiliate marketing semakin kuat di tahun 2025.

    HRD mencari digital marketer yang bisa:

    • Menentukan influencer sesuai target audiens.
    • Mengukur efektivitas campaign.
    • Mengelola hubungan jangka panjang dengan KOL.

    9. Marketing Automation & AI Tools

    Perkembangan AI membuat proses marketing lebih efisien. Namun, perusahaan tetap butuh orang yang bisa mengoperasikan dan memaksimalkan teknologi ini.

    Skill yang diburu HRD:

    • Pemahaman tools automation seperti HubSpot, ActiveCampaign, atau Zapier.
    • Pemanfaatan AI (ChatGPT, Jasper, MidJourney) untuk mendukung konten.
    • Mampu memadukan kreativitas dengan teknologi.

    10. E-commerce Marketing & Growth Hacking

    Perusahaan yang berjualan di marketplace seperti Shopee, Tokopedia, hingga platform internasional memerlukan digital marketer yang melek e-commerce.

    HRD mencari talenta yang bisa mengoptimalkan:

    • SEO di marketplace.
    • Strategi flash sale & campaign musiman.
    • Growth hacking: eksperimen cepat untuk menemukan strategi paling efektif.
    • Kandidat dengan kemampuan “growth mindset” akan sangat bernilai di 2025.

    Bagaimana Cara Menguasai Semua Skill Ini?

    Kabar baiknya, skill digital marketing bisa dipelajari dengan cepat jika menggunakan pendekatan yang tepat. Beberapa cara yang bisa kamu lakukan:

    1. Belajar Mandiri dengan Resource Gratis 

    Manfaatkan blog, YouTube, dan komunitas digital marketing.

    2. Ikut Bootcamp Intensif

    Jika ingin lebih terstruktur, bootcamp jadi pilihan ideal.

    3. Bangun Portofolio Praktis

    Buat studi kasus, kerjakan proyek freelance, atau bantu UMKM sekitar. HRD lebih tertarik dengan bukti nyata dibanding teori.

    Penutup

    Tahun 2025 menjadi era penuh peluang sekaligus tantangan bagi para digital marketer. HRD semakin fokus mencari kandidat dengan skill yang relevan, praktis, dan siap pakai. Dari SEO, data analytics, hingga marketing automation, semua skill ini bisa menjadi tiket emas untuk kariermu.

    Jangan hanya jadi penonton tren digital marketing. Mulailah menguasai skill-skill ini dan buktikan kemampuanmu lewat portofolio nyata. Jika ingin belajar dengan lebih cepat dan terarah, ikuti bootcamp di tempatbelajar.id.

    Karier digital marketing impianmu bisa dimulai hari ini!