Tag: Formula Copywriting

  • 5 Formula Copywriting untuk Memaksimalkan Strategi Digital Marketing

    5 Formula Copywriting untuk Memaksimalkan Strategi Digital Marketing

    Copywriting adalah fondasi utama dalam digital marketing. Semakin ketatnya persaingan di media sosial, iklan online, dan platform digital membuat brand harus mampu menyampaikan pesan secara jelas, relevan, dan persuasif. Di sinilah peran formula copywriting menjadi penting, bukan hanya untuk mempermudah proses penulisan, tetapi juga untuk memastikan pesan yang kamu sampaikan punya struktur yang terbukti bekerja.

    Banyak praktisi digital marketing dunia seperti Neil Patel, Ann Handley, dan David Ogilvy menekankan bahwa “copy yang efektif tidak hanya bagus secara bahasa, tetapi juga mengikuti pola yang dapat diprediksi oleh otak manusia”. Artinya, formula copywriting membantu menuntun pembaca dari perhatian → minat → pemahaman → keputusan.

    Artikel ini akan membahas 5 formula copywriting paling populer dan terbukti efektif, lengkap dengan contoh, cara kerja, dan implementasinya untuk berbagai kanal digital marketing.

    5 Formula Copywriting

    5 Formula Copywriting

    1. Formula AIDA (Attention – Interest – Desire – Action)

    AIDA adalah formula copywriting paling klasik dan paling banyak digunakan. Prinsipnya adalah membawa audiens melewati empat tahap persuasi. 

    Cara Kerja AIDA

    • Attention – Menarik perhatian dengan headline atau opening hook yang kuat.
    • Interest – Memberikan informasi relevan agar audiens tertarik membaca.
    • Desire – Membangun kebutuhan atau keinginan terhadap produk/solusi.
    • Action – Mengajak pembaca melakukan tindakan.

    Contoh Penggunaan AIDA untuk Iklan

    • Attention: “Iklan boncos terus? Stop buang budget!”
    • Interest: “Rata-rata UMKM kehilangan 40% anggaran iklan karena salah strategi.”
    • Desire: “Dengan optimasi berbasis data, kamu bisa tingkatkan conversion rate hingga 3x lipat.”
    • Action: “Klik untuk konsultasi gratis.”

    Menurut Neil Patel, sebagian besar marketing funnel modern sebenarnya mengikuti pola dasar AIDA. Model ini menunjukkan bagaimana jumlah audiens akan semakin menyempit di setiap tahapan, mulai dari mengetahui sebuah brand hingga akhirnya mengambil keputusan. Karena itu, penting bagi pemasar untuk mendidik, menghibur, dan membangun keterlibatan sebelum mencoba mengarahkan prospek pada tindakan pembelian.

    2. Formula PAS (Problem – Agitate – Solution)

    PAS adalah formula yang sangat efektif untuk copy yang fokus pada pain point. Digunakan banyak copywriter modern, termasuk tim marketing HubSpot dan Copyblogger. 

    Cara Kerja PAS

    • Problem – Identifikasi masalah utama audiens.
    • Agitate – Perkuat rasa urgensi dengan menggambarkan konsekuensi.
    • Solution – Tawarkan solusi spesifik dari produk/jasa.

    Contoh Penggunaan AIDA untuk Iklan

    • Problem: “Sulit meningkatkan followers dan engagement?”
    • Agitate: “Tanpa strategi yang tepat, algoritma Instagram membuat kontenmu tidak terlihat, meskipun kamu sudah posting tiap hari.”
    • Solution: “Pelajari strategi organik dan ads dalam program Social Media Specialist Bootcamp.

    Model PAS mengikuti proses emosi manusia, merasakan masalah → ingin keluar dari ketidaknyamanan → menerima solusi.

    3. Formula FAB (Features – Advantages – Benefits) 

    FAB berfokus pada tiga aspek utama yang membantu audiens memahami apa produkmu, mengapa penting, dan apa manfaatnya.

    Cara Kerja PAS

    • Features – Apa karakteristik produk?
    • Advantages – Apa keunggulannya?
    • Benefits – Bagaimana hal itu membantu audiens?

    Contoh Penggunaan FAB untuk Produk Digital

    • Feature: “Modul belajar berbasis video 4K.”
    • Advantage: “Lebih mudah dipahami dan bisa diputar ulang tanpa menurunkan kualitas.”
    • Benefit: “Kamu bisa belajar dengan nyaman kapan pun dan di perangkat apa pun.”

    Menurut Nielsen Norman Group, pengguna internet lebih merespons manfaat daripada fitur. Studi eye-tracking mereka menunjukkan bahwa rata-rata pengguna hanya membaca sekitar 20% teks di halaman web. Karena itu, FAB efektif digunakan karena langsung menjawab pertanyaan inti audiens, “Apa keuntungan untuk saya?”.

    4. Formula 4C’s (Clear – Concise – Compelling – Credible)

    Formula ini sering digunakan dalam pembuatan copy pendek seperti headline, caption, atau CTA.

    Cara Kerja 4C’s

    • Clear – Pesan harus mudah dipahami dalam satu kali baca.
    • Concise – Hindari kalimat bertele-tele.
    • Compelling – Mengandung value yang menggugah perhatian.
    • Credible – Ada unsur kepercayaan seperti data, testimoni, atau fakta.

    Contoh Copy 4C’s

    “Naikkan omzet 2x dalam 30 hari dengan strategi iklan berbasis data, dipakai lebih dari 1.000 bisnis.”

    4C’s bekerja baik untuk platform cepat seperti Instagram, TikTok, dan ads karena audiens hanya memberi perhatian 2–3 detik.

    5. Formula BAB (Before – After – Bridge)

    Formula BAB dikenal sebagai salah satu pola storytelling paling persuasif karena menunjukkan perubahan sebelum dan sesudah menggunakan produk. 

    Cara Kerja BAB

    • Before – Jelaskan kondisi sebelum memakai solusi.
    • After – Gambarkan perubahan ideal yang bisa terjadi.
    • Bridge – Tunjukkan bagaimana produk menjadi jembatan perubahan.

    Contoh Penggunaan BAB untuk Edukasi Digital Marketing

    • Before: “Mengelola media sosial terasa membingungkan dan memakan waktu.”
    • After: “Bayangkan kamu punya strategi terstruktur yang bisa meningkatkan engagement secara konsisten.”
    • Bridge: “Semua itu dapat dipelajari melalui kurikulum Social Media Specialist Bootcamp.”

    Menurut Copyhackers, formula BAB sangat efektif karena memainkan aspek emosional berupa transformasi. Dengan secara jelas memaparkan perbedaan antara kondisi “Before” (rasa sakit) dan kondisi “After” (masa depan yang ideal), BAB mampu meningkatkan desire (keinginan) dan niat membeli prospek.

    Kapan Harus Menggunakan Formula Copywriting Tertentu?

    Setiap formula copywriting memiliki karakteristik dan kekuatan yang berbeda. Itulah mengapa pemilihannya tidak bisa sembarangan. Seorang digital marketer harus memahami kapan sebuah formula paling efektif digunakan agar pesan benar-benar sampai ke audiens dan mampu mendorong tindakan.

    Misalnya, ketika kamu ingin menarik perhatian dengan alur pesan yang kuat, formula AIDA adalah pilihan terbaik. Namun ketika tujuanmu adalah menyentuh rasa sakit audiens dan membuat mereka merasa “aku butuh solusi sekarang”, formula PAS jauh lebih efektif. Begitu pula ketika fokusmu adalah menjelaskan manfaat produk secara sistematis, formula FAB menjadi struktur yang paling logis.

    Tabel berikut menjelaskan waktu terbaik menggunakan masing-masing formula, lengkap dengan penjelasan lebih detail tentang alasan pemilihannya.

    Tujuan CopyFormula yang CocokPenjelasan
    Membangun awareness & menarik perhatianAIDAMengajak audiens melalui alur perhatian → minat → keinginan → aksi. Cocok untuk iklan dan landing page.
    Menyoroti masalah audiens dan membangun urgensiPASFokus pada pain point dan urgensi sehingga audiens merasa butuh solusi segera. Ideal untuk ads dan email.
    Menjelaskan keunggulan produk secara logis dan terstrukturFABMembantu audiens memahami fitur, keunggulan, dan manfaat praktis. Tepat untuk produk SaaS, tools, atau pelatihan.
    Membuat headline, caption, atau CTA yang singkat namun kuat4C’sPesan harus jelas, singkat, menggugah, dan kredibel. Cocok untuk social media & ads.
    Menggunakan storytelling untuk menunjukkan transformasiBABMenunjukkan perubahan yang diinginkan audiens dan bagaimana produk menjadi jembatannya. Efektif untuk storytelling & landing page.

    Penutup

    Menguasai formula copywriting adalah langkah penting bagi siapa pun yang ingin membangun karier di dunia digital marketing. Setiap formula memiliki fungsi dan konteks penggunaannya masing-masing, dan ketika diterapkan dengan tepat, dapat meningkatkan performa kampanye secara signifikan.

    Dengan memahami audiens, menyusun pesan bernilai, dan mengikuti pola-pola yang sudah terbukti efektif secara global, kamu bisa menghasilkan copy yang tidak hanya menarik, tetapi juga mampu mendorong konversi.

    Ingin Mengembangkan Skill Copywriting dan Digital Marketing Secara Profesional?

    Jika kamu ingin mempraktikkan formula copywriting langsung melalui real project dan membangun portofolio digital marketing yang lebih solid, kamu bisa mempertimbangkan program pembelajaran di  TempatBelajar.id

    Melalui Professional Fullstack Digital Marketing Bootcamp dan Career Accelerator Digital Marketing Bootcamp, kamu akan mendapatkan panduan dari praktisi, materi yang terstruktur, dan kesempatan membangun portofolio yang relevan dengan kebutuhan industri.

    Kalau kamu siap meningkatkan kemampuan dan memperluas peluang karier, kamu bisa mulai eksplorasi programnya hari ini.