Tag: Strategi Marketing

  • 4 Cara Mengevaluasi Strategi Marketing yang Wajib Dipahami Business Developer

    4 Cara Mengevaluasi Strategi Marketing yang Wajib Dipahami Business Developer

    Sebagai Business Developer (BD), tugas utama tidak hanya mencari peluang baru atau membangun kemitraan, tetapi juga memastikan strategi marketing benar-benar memberi dampak pada pertumbuhan bisnis. Banyak kampanye marketing yang terlihat menarik, visual bagus, konten viral, billboard besar. Namun, belum tentu memberikan kontribusi berarti terhadap revenue, akuisisi pelanggan, atau efisiensi biaya. Karena itu, BD perlu memiliki kemampuan untuk mengevaluasi strategi marketing secara objektif berbasis data. Evaluasi ini mencakup empat pilar utama, yaitu jangkauan, efektivitas, engagement, serta biaya & pelanggan. Keempat aspek ini membantu BD memahami cara marketing memengaruhi funnel bisnis dari atas hingga bawah.

    Artikel ini akan membahas cara mengevaluasi strategi marketing dari kacamata Business Developer, baik untuk Digital Marketing maupun Conventional Marketing.

    Kerangka Evaluasi Strategi Marketing untuk Business Developer

    Empat aspek berikut menjadi fondasi evaluasi marketing yang wajib dikuasai Business Developer. Setiap aspek dapat diukur dengan metode berbeda pada digital marketing dan kanal pemasaran konvensional. 

    Kerangka Evaluasi Strategi Marketing

    1. Evaluasi Jangkauan

    Jangkauan berfungsi untuk mengukur seberapa besar audiens yang terpapar kampanye marketing. Dari perspektif BD, ini penting untuk melihat apakah brand sudah menjangkau segmen pasar yang ditargetkan dan apakah potensi pasar mulai terbangun.

    Digital Marketing

    Pengukuran jangkauan digital sangat rinci dan berbasis data real-time, meliputi:

    • Reach → jumlah pengguna  unik yang melihat konten
    • Impressions → total tayangan konten
    • Website Traffic → berapa banyak yang masuk ke situs atau landing page
    • Search Volume → indikasi awareness berdasarkan pencarian brand

    BD dapat menilai apakah kampanye berjalan efektif untuk memperluas awareness dan apakah audiens yang dijangkau sesuai target. Misalnya, jika kampanye meningkatkan brand search volume sebesar 60% dalam dua minggu, itu menandakan meningkatnya minat pasar yang dapat diarahkan menjadi leads.

    Conventional Marketing

    Pada kanal konvensional,  jangkauan bersifat estimatif dan makro, menggunakan indikator seperti:

    • TV Rating → perkiraan jumlah penonton berdasarkan survei
    • Oplah (sirkulasi media cetak) → jumlah koran/majalah yang dicetak
    • Traffic Billboard → estimasi jumlah kendaraan atau pejalan kaki

    Meski tidak se-presisi digital, data ini membantu BD memperkirakan seberapa besar eksposur kampanye dan apakah kanal tersebut relevan dengan segmen pasar tertentu.

    2. Evaluasi Efektivitas 

    Efektivitas mengukur apakah kampanye mampu mendorong tindakan bisnis nyata. Misalnya klik, pendaftaran, pembelian, atau kontak sales.

    Digital Marketing

    Indikator umum mencakup:

    • CTR (Click-Through Rate
    • Conversion Rate 
    • ROAS (Return on Ad Spend

    Dalam konteks BD, angka ini membantu memastikan apakah traffic yang masuk relevan dan siap dikonversi oleh tim sales. Contohnya, jika conversion rate meningkat dari 1,8% menjadi 4,2% setelah optimasi landing page, BD dapat mengusulkan peningkatan anggaran untuk scale.

    Conventional Marketing

    Efektivitas pada kanal tradisional diukur melalui dampak langsung pada hasil bisnis:

    • Sales Uplift setelah kampanye
    • ROI dari TV, Radio, atau Billboard 

    Jika penjualan meningkat secara signifikan setelah kampanye TV, BD dapat mengidentifikasi wilayah yang potensial untuk ekspansi atau penetrasi pasar.

    3. Evaluasi Engagement

    Engagement menunjukkan seberapa tertarik audiens terhadap kampanye. Bagi BD, engagement membantu membaca market signals dan customer sentiments.

    Digital Marketing

    Engagement dapat dilihat dari hal berikut:

    • Likes, comments, shares
    • Video view duration
    • Interaction rate
    • Direct message (DM) response

    Engagement tinggi menandakan pesan kampanye relevan dan audiens memiliki minat kuat terhadap produk. Hal ini dapat menjadi indikator peluang untuk menciptakan penawaran baru, masuk ke segmen baru, atau meningkatkan hubungan dengan komunitas.

    Conventional Marketing

    Untuk kanal konvensional, engagement biasanya diukur melalui: 

    • Brand Awareness Survey
    • Customer Feedback Offline
    • Audience Recall Test

    Jika 70% responden dapat mengingat pesan utama iklan, BD dapat menilai bahwa kampanye tersebut cukup efektif dalam membangun brand recall.

    4. Evaluasi Biaya & Pelanggan

    Aspek ini sangat penting bagi BD karena berkaitan langsung dengan profitabilitas dan kualitas pelanggan jangka panjang.

    Digital Marketing

    Digital menyediakan data biaya yang detail dan jelas, seperti:

    • CPA (Cost per Acquisition)
    • CAC (Customer Acquisition Cost)
    • CLV (Customer Lifetime Value)

    BD harus memastikan bahwa CLV jauh lebih besar daripada CAC, idealnya minimal 3×. Misalnya, jika CAC Rp120.000 dan CLV Rp1.200.000, maka channel tersebut sangat layak untuk di-scale.

    Conventional Marketing

    Pengukuran biaya pada kanal konvensional biasanya berbasis total campaign:

    • Biaya TV/Radio/OOH
    • Kontribusi terhadap market share
    • Efektivitas biaya terhadap awareness

    BD perlu memastikan setiap biaya yang dikeluarkan memberikan dampak jangka panjang untuk brand dan penjualan.

    Penutup

    Bagi Business Developer, evaluasi strategi marketing adalah bagian penting dari pengambilan keputusan bisnis. Dengan memahami empat aspek utama yang meliputi jangkauan, efektivitas, engagement, serta biaya & pelanggan, BD dapat menilai kampanye marketing benar-benar mendukung pertumbuhan bisnis dan memberikan ROI terbaik.

    Kemampuan ini bukan hanya membuat BD lebih strategis, tetapi juga memperkuat kolaborasi dengan tim marketing dalam merencanakan kampanye yang lebih terarah dan berdampak.

    Ingin Menguasai Skill Business Development Secara Profesional?

    Jika kamu ingin mempelajari evaluasi marketing, market analysis, sales strategy, hingga business growth frameworks secara terstruktur, kamu bisa belajar langsung melalui program di TempatBelajar.id

    Program ini dirancang untuk membantu kamu menguasai skill BD yang paling dicari perusahaan, memahami strategi akuisisi & ekspansi pasar, membaca data marketing dengan tepat, membangun portofolio profesional, serta mempersiapkan diri masuk ke industri dengan percaya diri. Siap naik level sebagai Business Developer profesional? Saatnya mulai perjalananmu sekarang.